Nikmatnya
Pacaran Setelah Menikah
Ahad : 28 Desember 2014
Oleh : Abu Fidel El-Barca
Masa
muda adalah masa yang berapi-api, itulah yang ada dalam sebuah syair rhoma
irama, seorang raja dangdut yang berasal dari kota tasikmalaya. Masa muda
terkadang hanya memiliki pemikiran yang begitu sempit, sehingga apa yang dia
inginkan pada saat itu, harus terlaksana pada saat itu pula, apa yang harus dia
kerjakan pada saat itu, harus dia kerjakan pada saat itu pula. Anehnya mereka
jarang menggunakan kesempatan indah itu untuk hal yang positif.
Mereka
terjerumus kepada jurang tipuan rayuan syetan yang membisikkan kemaksiatan dan
kenikmatan yang hanya terasa sesaat saja. Mereka tidak mau berpikir untuk masa
depan yang akan mereka jalankan dalam kesungguhan hidup, mereka enggan
memberikan sebuah persiapan yang benar-benar dalam mewujudkan sebuah rasa cinta
yang sebenarnya. Mereka tidak menyadari betapa indahnya pacaran setelah
menikah.
Dikala
sebuah asmara membutakan mata hatinya, mereka selalu buta dengan apa yang
mereka memiliki dari pengetahuan tentang dosanya kemaksiatan, mereka enggan
memikirkan dan enggan menjadi beban dalam sebuah ilmu yang mereka ketahui
sebelum, karena mereka menganggap bahwa apa yang mereka miliki sekarang
(kekasih) itu akan menjadi sebuah dambaan hati dalam kehidupannya dan akan
mampu mewarnai suasana kehidupan keluarga yang akan membawa kehidupan kepada
aroma surge, namun nyatanya mereka malah terputus ditengah jalan, mereka
menyesali bahkan membenci kehidupannya setelah seseorang yang mengkhianatinya
kini menjadi seorang musuh yang benar-benar harus dilenyapkan dari dunia ini. Walaupun
hubungan mereka baik-baik saja, namun ketika masalah menghampirinya, mereka
terkena penyakit galau tingkat monas, yang anehnya imbas pada lingkungan
sekitarnya.